Pasar Besi Tua Mbelehan dan Pasar Ayam Silir, Geliat Ekonomi Positif Hapus Kenangan Lokalisasi Silir

Daerah Silir di Kelurahan Semanggi dikenal sebagai lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) sejak jaman penjajahan Jepang. Dalam bahasa Jawa, Silir berarti “embusan angin sejuk dan menyegarkan”. Istilah ini dalam konteks kawasan prostitusi dikonotasikan sebagai tempat yang menyejukkan hati berkat “kenikmatan dunia” via PSK.

Wali Kota Imam Sutopo menutup kawasan Silir pada tahun 1998. Setelah ditutup, Silir menjadi kawasan yang relatif sepi kecuali kerumunan orang berjual beli di pasar ayam dan pasar besi bekas.

Kawasan Silir mulai dibangun kembali delapan tahun kemudian saat Joko Widodo menjadi Wali Kota Surakarta. Pedagang kaki lima yang tadinya menghuni kawasan Monumen 45 Banjarsari dibuatkan tempat di kawasan Silir dan direlokasi ke daerah tersebut. PKL mendapat kios-kios yang layak di Pasar Klithikan Notoharjo.

Dua pasar yang sudah ada di kawasan Silir sebelum Pasar Klithikan Notoharjo adalah Pasar Besi Tua Mbelehan Silir dan Pasar Ayam Silir. Pasar Besi Tua diberi nama Mbelehan karena proses membongkar barang-barang besi tua disebut “Mbeleh” oleh masyarakat. Dalam bahasa Jawa, Mbeleh berarti menyembelih.

Warga Solo dan sekitarnya mengunjungi Pasar Besi Tua Mbelehan Silir untuk mencari suku cadang kendaraan tua. Para pembeli pun dituntut teliti dan lihai memilih serta menawar barang agar tidak mendapatkan barang yang harganya jauh lebih mahal daripada suku cadang mobil maru.

Besi-besi tua komoditas utama Pasar Mbelehan Silir tidak hanya berasal dari kendaraan bermotor saja tetapi juga bekas alat rumah tangga atau material rumah dari besi, alumunium, dan logam-logam lainnya. Pasar ini memang khusus menjual barang-barang logam bekas berukuran besar karena yang berukuran kecil sudah menjadi komoditas dari Pasar Klithikan Notoharjo.

Sementara itu, tak jauh dari Pasar Mbelehan Silir tepatnya di bagian Barat ada Pasar Ayam Silir. Lokasi pasar ini dulunya berada di Pasar Sangkrah. Seiring kemajuan jual beli komoditas ayam, kini Pasar Ayam Silir mendapatkan tempat sendiri yaitu di Jalan Serang, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon.  Baca juga : Belanja Murah di Solo Square Bersama Sewa Mobil Solo

Luas Pasar Ayam Silir adalah 11.220 meter persegi. Pasar ini terdiri dari 320 loas dan 27 Kios Rumah Potong Unggas.

Jika di Pasar Mbelehan Silir yang disembelih adalah mobil, motor, dan perkakas logam, tidak demikian dengan Pasar Ayam Silir. Penjual di tempat ini benar-benar mengartikan kata sembeli secara harfiah. Tempat ini memang salah satu pusat pemotongan unggas sekaligus tempat jual beli unggas terutama ayam.

Rumah Potong Unggas di Pasar Ayam Silir telah dibuatkan kios-kios yang berjajar di dalam pasar. Warga yang membawa unggasnya bisa memanfaatkan jasa pemotongan unggas di pasar ini. Pasar yang berdiri sejak tahun 1978 ini merupakan satu-satunya pasar khusus ayam di Solo.