Konsleting Jual Ikan Koi

Konsleting Jual Ikan Koi

Konsleting Jual Ikan Koi

Tidak ada yang tahu awalnya jika suheri itu sedang Jual Ikan Koi karena dia tidak memperlihatkan gelagat seperti itu kepada orang orang tetangga nya. Apalagi dirumahnya juga tidak banyak sebuah impian yang terpampang jelas didepan nantinya tanpa sebuah keinginan yang kuat sehingga tidak akan mungkin ini bisa terjadi tanpa adanya impian titu sekaligus bisa merusak citra seseorang nantinya tanpa adanya sebuah anganan yang terbaik itu pula tidak ada sebuah pengetahuan jika suheri itu adalah Jual Ikan Koi karena dia juga menyembunyikan identitasnya kepada tetangga tetangganya. Diduga karena akibat korsleting listrik, sedikitnya delapan rumah dan tiga bangunan kandang milik warga Dusun Sawahan Desa Balonggebang Kecamatan Gondang ludes terbakar, Sabtu malam (1/8) dini hari sekitar pukul 01.00.WIB. Kedatangan mobil PMK yang terlambat dan kencangnya tiupan angin, mengakibatkan kebakaran di pemukiman padat penduduk ini semakin merembet. Hingga kini, petugas Polsek Gondang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran.

Delapan rumah yang terbakar itu antara lain milik Suroto (60), Wiji (60), Karmijan (70), M. Said (40) dan rumah kosong milik Wasis (40). Sedangkan rumah beserta kandang yang ludes terbakar, milik Waras (42), Samin (70), dan milik Sarji Jual Ikan Koi (48). Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian material ditaksir mencapai milyaran rupiah. Kapolsek Gondang, AKP Gendut Wisoko mengungkapkan, api diketahui pertama kali muncul dariĀ  Suroto (60), api dengan cepat merembet ke rumah warga lain yang saling berhimpitan. Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting arus listrik. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran itu,” ujar AKP Gendut, Minggu (2/8). Terpisah, Kepala PMK Nganjuk, Setyono Dwi Harto, ketika dihubungi melalui ponselnya mengeluhkan minimnya perhatian Pemkab Nganjuk terhadap peremajaan mobil pemadam kebakaran. Padahal, Jual Ikan Koi tiap tahun pihaknya berulang kali mengajukan peremajaan mobil tersebut agar bisa bekerja optimal dan tidak mogok. “Namun hingga kini belum juga mendapatkan respon dari Pemkab,” katanya.

Labih lanjut Kapolsek menegaskan, bangunan rumah yang terbuat dari kayu, ditambah dengan angin yang bertiup cukup kencang menyebabkan kobaran api semakin membesar dan merembet dengan cepat hingga ke beberapa bangunan rumah dan kandang lainnya yang saling berhimpitan. “Sebelum mobil pemadam datang, Jual Ikan Koi warga dengan menggunakan alat seadanya berusaha memadamkan kobaran api,” jelasnya. Ketika kebakaran hebat terjadi, dua mobil pemadam kebakaran Pemkab Nganjuk datang terlambat. Hal itu disebabkan karena satu mobil berada di Jombang untuk keperluan Muktamar NU. Sementara mobil lain tiba-tiba mogok ketika akan berangkat ke lokasi. Sehingga kedua mobil pemadam kebakaran itu tiba ke lokasi setelah api membakar rumah warga.