Jual Ikan Koi Beralih ke Trotoar Depan Pegadaian

Jual Ikan Koi Beralih ke Trotoar Depan Pegadaian

Jual Ikan Koi Beralih ke Trotoar Depan Pegadaian

Karena tempat yang dulunya menjadi tempat mangkal para Jual Ikan Koi itu sedang diperbaiki sehingga terpaksa mereka berpindah ke trotoar di depan pegadaian yang sebenarnya tidak banyak warga yang datang kesitu tapi apa boleh buat lebih baik seperti itu daripada tidak sama sekali. Artinya mereka agar tetap bisa Jual Ikan Koi meski keadaan sedang sulit seperti itu sambil menunggu tempat mangkal mereka diperbaiki atas kesepakatan bersama agar lebih bagus nantinya untuk jualan. Sejumlah pedagang kaki lima (PK5) yang sebelumnya menempati barat alun-alun Kabupaten Nganjuk, tepatnya di trotoar jalan, kini sudah mulai dikosongkan. Mereka memilih memindahkan lapaknya di depan masjid jamik berderet ke utara hingga depan Rutan. Selebihnya, memanfaatkan pinggir jalan depan kantor Pegadaian dan depan kantor KPU lama.

Pantauan Koran Memo, selain PK5 yang biasa mangkal di trotoar barat alun-alun pindah, para pedagang yang dulunya menempati trotoar dan tepi jalan selatan alun-alun juga pindah. Para PK5 memilih depan kantor Nahdlatul Ulama (NU) dan ruko Mustika. Tak satupun PK5 yang membandel dan tetap menempati biasanya.  Jual Ikan Koi bakul pentol yang biasa mangkal di selatan alun-alun menuturkan, pindahnya para PK5 ini menyusul himbauan dari Kasatpol PP, Suhariyono setelah mengumpulkan para koordinator belum lama ini. “Kami nurut saja, yang penting masih diberi toleransi berjualan,” katanya, Jual Ikan Koi. Diberitakan sebelumnya, buntut adanya kegelisahan dan keresahan pedagang kaki lima (PK5) di seputaran alun-alun Nganjuk karena adanya setoran yang masuk ke Satpol PP Kabupaten Nganjuk dan dibantah oleh Kasatpol PP, Suhariyono berakibat ditertibkannya para pedagang yang mengais rejeki di seputaran alun-alun Nganjuk. “Saya sudah menghadap pak Sekda Masduqi, beliau memerintahkan agar semua pedagang di alun-alun dipusatkan di trotoar Jl Pramuka, atau utara alun-alun, jiak maasih ada yang membandel akan kami garuk,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, Suhariyono saat dihubungi Jual Ikan Koi.

Menurut Herek, sapaan akrab Suhariyono, himbauan itu berlaku mulai Sabtu (1/8) sampai seterusnya. Hal itu dikarenakan untuk menepis rumor yang beredar jika dirinya dituduh mematok harga untuk dapat setoran dari para PK5. Padahal, apa yang diisukan banyak Jual Ikan Koi orang itu hanya fitnah belaka. “Ini bukan sebuah kebijakan untuk menempatkan pedagang di trotoar jalan pramuka, tapi hanya sebuah toleransi agar mereka tetap bisa mengais rejeki,” tandasnya. Jika para PK5 tetap dibiarkan seperti dulu, kata Herek, maka tuduhan dan fitnah yang mengarah kepadanya akan semakin santer. Selain itu, para pengurus PK5 biar bisa instropeksi diri dan lebih trasnparan kepada para anggotanya. “Bila dibiarkan, nanti dikira saya benar-benar dapat setoran,” ungkapnya.