Budaya di Kubah Masjid Enamel Mataram Nusa Tenggara Barat

Budaya di Kubah Masjid Enamel Mataram Nusa Tenggara Barat

Budaya di Kubah Masjid Enamel Mataram Nusa Tenggara Barat

Diseluruh dunia tentulah ada berbagai macam kebudayaan yang berbeda di satu daerah dengan daerah yang lain. Setiap budayanya pastilah memiliki keunikannya sendiri. Dan beberapa diantara kebudayaan yang ada diseluruh dunia ada yang menurut orang orang berhubungan dengan hal yang diluar nalar manusia pada umumnya.
Magi adalah satu diantara budaya tertua didunia, bahkan juga magi telah ada pada savage sebelumnya agama pertama ada. Meskipun setelah itu Frazer menyebutkan kalau dengan datangnya agama jadi agama menggantikan tempat magi tetapi tidak bisa disangkal kalau sampai saat ini budaya ini tetap masih eksis. Magi sekalipun tak ada hubungannya dengan agama yang didefinisikannya jadi tujuan kearah roh, dewa-dewa atau beberapa hal beda yang melampaui susunan alam atau kosmos fisik ini. Tetapi kemampuannya, betapun besarnya, seperti dipercayainya, tidak semena-mena sifatnya atau tidak terbatas di Kubah Masjid Enamel. Dia cuma bisa kuasai daya itu sejauh sesuai sama hukum-hukum kemahirannya, atau mungkin dengan apa yang dapat dimaksud hukum-hukum alam seperti dibayangkannya. “Ahli Magi memiliki kaitan lebih erat dengan ilmuwan dari pada agamawan.
Pakar magi serta ilmuwan, keduanya berasumsi peristiwa jadi suatu hal yang tentu serta ikuti ketentuan dengan prima, terbatasi oleh hukum-hukum yg tidak beralih, yang operasinya bisa diramalkan serta dihitung dengan pas : unsure-unsur spontanitas, kebetulan serta musibah dikecualikan dari jalan alam Kubah Masjid Enamel. ” Hanya satu ketidaksamaan pada pengetahuan serta magi yaitu kalau pakar magi memakai satu “konsepsi menyeluruh yang salah mengenai alam, mengenai hukum-hukum spesial mengenai peristiwa itu, Karna kemiripan serta persentuhan tidaklah basic penyebabnya yang sebenarnya dalam alam. Selain itu, sikap heran serta mengagumi akan, sehubungan dengan kemampuan magis, dalam pakar magi tidak diketemukan dalam ilmuwan ; satu kenyataan yang tidak berhasil. Berlainan dengan ilmuwan, pakar magi coba menghubungkan serta bahkan juga mengontrol dengan fasilitas upacara spesial daya yang memperlihatkan diri dalam fenomena alam serta kehidupan manusia. Dengan kata beda, pakar magi menghubungkan dianya dengan kemampuan “supernatural” yang melampaui alam serta manusia. Hal semacam ini ada dalam teori batas akal yang memecahkan manusia bebrapa masalah hidupnya dengan akal serta system pengetahuannya. Walau demikian, akal serta system pengetahuan ada batasnya.
Teori batas akal adalah satu teori yang menyebutkan kalau terjadinya agama dikarenakan manusia alami tanda yg tidak bisa diterangkan oleh akalnya Kubah Masjid Enamel. Makin meluasnya perubahan pengetahuan serta tehnologi, semakin maju kebudayaan manusia jadi semakin luas batas akal. Banyak masalah hidup yg tidak bisa dipecahkan oleh akal hingga dipecahkan dengan magic atau pengetahuan gaib. Tetapi saat dapat dibuktikan banyak dari perbuatan magicnya tak ada hasil, hingga lebih yakin pada makhluk-makhluk halus yang lebih berkuasa daripada manusia. Hingga manusia membina hubungan dengan makhluk halus di Kubah Masjid Enamel. Dengan hal tersebut magi yaitu satu type supernaturalisme sedang pengetahuan membatasi diri pada hukum-hukum alam dalam lingkup ilmiah. Pendapat Frazer dalam mengatakan magi primitive jadi satu “pseudo ilmu”, beberapa sistem ritual yang dikerjakan dengan maksud spesifik serta dihitung dengan rasional, tetapi dengan salah berdasar pada disuatu keyakinan juga akan daya impersonal : mana. Pengenai inti sesungguhnya dari magi, umur serta strukturnya yang primitive dalam hubungan dengan agama. Walau dengan tajam juga memisahkan dengan agama, ia tidak lihat magi jadi pendahulu agama.